Sabtu, 26 Juli 2008

Makna hidup


"perjalanan" panjang yg gw tempuh ini sering kali mengambarkan betapa cepatnya waktu berlalu apabila kita belum menemukan tujuan sebuah "perjalanan". Namun, jengkal demi jengkal langkah tetap akan memberikan makna apabila diambil pelajaran untuk memperjelas tujuan perjalanan. walaupun dengan begitu bukan jalan mulus yang akan ditempuh melainkan jalan berbatu dan terjal akan menghadang hingga sampai di tempat tujuan.

Sinetron = racuni anak


Prihatinnnn....!!!!

itu kata yang pas untk mengambarkan kondisi anak-anak bangsa ini.
memang banyak faktor yg membuat kata itu pas, tapi saya ingin coba menyoroti tentang hak-hak anak yg sering kali dilanggar oleh media, terutama media elektronik yang bernama televisi. Padahal, hampir sebagian besar waktu anak-anak negeri ini di habiskan di depan layar TV tapi, ironinya mereka justru disajikan tayangan-tayangan yang tidak layak mereka lihat. menyedihkan!! hanya demi istilah yang keramat di mata mereka yaitu "rating", anak-anak menjadi korban!! hal ini kemudian menjadi tanggung jawab banyak pihak, mulai dari orang tua, para pengelola stasiun TV, pemerintah, masyarakat, hingga artis2 atau pelaku dunia hiburan. karena tidak mungkin apabila hanya orang tua saja yang berperan. sebagai contoh saya memiliki seorang adik usia 6 tahun, saya sudah berusaha keras mengawasi dia ketika di depan layar TV, saya berusaha mengalihkan perhatiannya ke acara-acara yang memang pantas untk anak seusiannya. tetapi, yg terjadi seringkali justru sinetron-sinetron atau tayangan lainnya lebih menarik perhatiannya dan susah sekali menyuruhnya berganti channel. karena sinetron2 sekarang memang "aneh" artinya mereka(sinetron-sinetron) menampilkan tokoh anak2 dalam ceritannya tapi, muatan sinetron tersebut sangat jauh dari pantas untk ditonton oleh anak2, ini justru yg sering kali menjebak anak2 bangsa ini.
contoh adik saya di atas adalah contoh anak yang masih mendapat pengawasan, kemudian saya jadi berfikir bagaimana anak-anak indonesia yang lain yang mungkin lebih banyak yang menonton tanpa pengawasan. ini seharusnya menjadi perhatian semua pihak terutama pihak-pihak yang terkait.
mari selamatkan bangsa dengan menyelamatkan generasi mudannya dari acara-acara TV yang kurang berbobot!!!
Hidup anak-anak!!! ^-^

Sabtu, 12 Juli 2008

pembasmi kejahatan yang sebenarnya??

Sering kita lihat film2 superhero yg misi tokoh utamanya adalah "membasmi kejahatan dan menciptakan keamanan bagi umat manusia" tapi, dalam kenyataan sehari2 orang yg seharusnya melakukan tugs ini adalah polisi dan jajarannya dg peran serta masyarakat. Namun, ironinnya terkadang mana Hero mana penjahat sulit diidentifikasi dan terkadang istilah "MAGABUD" alias makan gaji buta sering kali dilakukan oleh para "Hero" dalam dunia nyata tsb. beberapa hari yg lalu saya terpaksa harus mengurus sesuatu ke kantor polisi di daerah "Kreten, S..." saya menemani ortu mengambil sepeda motor yg mengalami kecelakaan dg mobil, ketika siang kesana kami disuruh kembali lg malamnya. Namun, ketika malam sesuai jam yg tadi diperintahkan kami kesana kami tidak mendapat pelayanan yg semestinya bahkan suara musik dangdut yg kerassss sekaliiii... memekakkan telingga kami dan pengunjung yg lain, para "Hero" tsb sdg berjoged ria di kantornya. Alhasil kami pulang tanpa hasil dan malah rasa gondokkk yg kami daptkan. tapi, mau bgmn lg mereka bak superman or superboy yg dengannya kita tdk boleh melawan dan harus patuhh..
ya, mau gak mau kami kembali lg pada hari yg diperintahkan dan seperti sudah "tradisi" kami mengambil motor dgn meninggalkan uang atministrasi yg sesuai ketentuan PLUS uang entah apa yg sebenarnya tidak ada dlam UU.
yach, saya pribadi maklumlah.. mereka juga manusia yg tidak luput dr salah, tp mengkoreksi diri dan memberikan pelayanan yg lebh baik kpd masyarakat juga harus diprioritaskan menginggat tugas dan wewenang yang sangat mulia. Tp,bagaimanapun ini hanya pandangan berdasarkan pengalaman saya pribadi jadi, klo ada yg kurg tepat tolong dikoreksi.
Thanks.. ^-^