Perang Dunia II merupakan perang yang terjadi antara Jerman, Jepang dan Italia yang tergabung dalam aliansi anti komintern (Axis) melawan negara-negara Sekutu yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Cina, Australia, Prancis dan Selandia Baru. Perang Dunia II berlangsung antara tahun 1939 hingga tahun 1945. Di daratan Eropa, perang diawali dengan penyerangan Jerman atas Polandia pada 1 September 1939. Sedangkan di Pasifik, perang diawali dengan serangan mendadak atas pangkalan Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbor, Hawai oleh Jepang tanggal 7 Desember 1941 waktu Hawai atau 8 Desember 1941 waktu Jepang.
Latar belakang keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II dapat ditelusuri dari krisis Internasional yang terjadi setelah Perang Dunia I. Diantarannya, monopoli kekuasaan oleh negara-negara pemenang Perang Dunia I hingga krisis ekonomi dunia tahun 1929. Sebagai cara untuk mengatasi krisis yang juga berimbas ke Jepang tersebut, maka Jepang mendirikan negara boneka Manchukuo pada tahun 1931 untuk memonopoli sumber bahan mentah dan daerah pemasaran di Manchuria. Akibat dari tindakan tersebut, Jepang mendapat kecaman dari masyarakat Internasional yang ketika itu diwakili oleh Liga Bangsa-Bangsa. Namun, kecaman tersebut justru ditanggapi Jepang dengan apatis dan puncak dari sikap apatisme itu adalah dengan keluar dari Liga Bangsa-Bangsa pada tahun 1933. Sikap yang demikian membuat Jepang seolah terkucilkan dari dunia internasional. Terasingnya Jepang dari dunia Internasional tersebut, ditambah dengan ditandatangganinya pakta pertahanan dengan Jerman dan Italia (yang mengalami hal yang sama dengan jepang - dicari ya boo.. penyebabnya!!!) pada tahun 1936. Kemudian, segera setelah Perancis Jatuh ke tangan Jerman pada tanggal 18 Juni 1940, Jepang menduduki Indo-Cina yang merupakan daerah jajahan Perancis. Di lain pihak, tidakan Jepang tersebut membuat Amerika khawatir, sehingga Amerika berusaha keras untuk membatasi gerak langkah Jepang dengan melakukan pembekuan dana dan embargo minyak terhadap Jepang pada juli 1941. Karena sadar bahwa berhadapan langsung dengan kekuatan militer Amerika perlu dihindari, maka negosiasi kemudian diusahakan oleh pihak Jepang sekitar bulan Oktober 1941. Dalam negosiasi tersebut, Jepang ingin memiliki otoritas yang sama dengan negara-negara barat yang boleh melakukan pendudukan atau kolonialisme demi mengeruk keuntungan ekonomi dari negara lain. Jepang berfikir bahwa Manchuria biarkan tetap bersama Jepang untuk mendukung perekonomian Jepang. Namun, pihak Amerika terus tidak sepakat dengan apa yang diusulkan oleh Jepang. Akibatnya, perang dengan Amerika dirasa tidak perlu dihindari lagi dan penyerangan atas Pearl Harbour tidak terelakkan. Amerika, Britania Raya, serta Belanda menyatakan perang dengan Jepang pada hari itu juga, Sehari setelahnya giliran Cina resmi menyatakan perang terhadap Jepang. Berawal dari sinilah Jepang terlibat langsung dalam Perang Dunia II. Selang 5 Jam setelah serangan terhadap Pearl Harbor, pesawat-pesawat Jepang telah mendarat di Filipina. beberapa hari setelahnya Jepang berhasil mendarat di Hong-Kong pada tanggal 18 Desember 1941, kemudian melanjutkan dengan menyerang Sumatra dan Borneo pada bulan yang sama. Ketika memasuki bulan Februari tahun 1942, Jepang telah berhasil menaklukkan Indonesia (Hindia Belanda), Singapura, dan Malaysia.
Pada awal perang, Jepang mampu mengungguli pihak sekutu dan berhasil menguasai hampir seluruh daratan Asia Tenggara ditambah Cina dan Korea. Namun keadaan kemudian berbalik ketika Jepang kalah dalam pertempuran laut di Midway sekitar tanggal 4 sampai dengan 7 Juni 1942, dalam pertempuran ini 3 kapal induk sarat pesawat yaitu Kaga, Akagi, dan Soryu terbakar dan tenggelam. Jepang Kehilangan lebih dari 330 pesawat, termasuk pilotnya yang tak tergantikan. setelah itu kekalahan demi kekalahan dialami oleh pihak Jepang. Di sisi lain, pihak sekutu dibawah pimpinan Jenderal Douglas MacArtur semakin maju dan akhirnya berhasil mendarat di Okinawa pada bulan April 1945. Namun, Perlu diingat pula bahwa sebelumnya Sekutu telah berhasil menduduki Iwo Jima pada bulan Februari 1945 dan melakukan serangan udara terhadap titik-titik penting di Jepang. Jatuhnya pulau Okinawa tersebut merupakan hal yang membahayakan bagi kota-kota Jepang lainnya. Benar saja, setelah mendarat di Okinawa serangan demi serangan bom dilancarkan oleh sekutu ke kota-kota Jepang lainnya sehingga, memporak-porandakan industri militer dan perekonomian Jepang.
Mei 1945 sekutu utama Jepang, yaitu Jerman menyatakan menyerah dan mengakhiri perang dunia II di daratan Eropa. Segera setelahnya, pertemuan antara pimpinan negara-negara sekutupun dilaksanakan pada tanggal 17 Juli sampai dengan 2 Agustus 1945 di Postdam, Berlin Timur. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari Amerika Serikat (Presiden H.S. Truman), Inggris (Perdana Menteri W.L. Churcill), dan Uni Soviet (Perdana Menteri I.V. Stalin) yang kemudian menghasilkan deklarasi postdam. Isi dari deklarasi ini salah satunya menyerukan kepada Jepang agar segera menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Khusus kepada Jepang, Deklarasi Postdam diumumkan pada tanggal 26 Juli 1945. Di Jepang sendiri, sempat terjadi perdebatan tentang tanggapan apa yang akan diberikan berkaitan dengan seruan tersebut. Jendral Aya Anami, Perdana Menteri Suzuki, Menlu Shigoneri Togo, Jendral Umezu, Admiral Sadajiro Toyoda dan Laksamana Yonai terlibat dalam adu argumentasi yang terjadi dalam pertemuan Dewan Tertinggi Jepang pada tanggal 28 Juli 1945 tersebut. Namun, akhirnya diputuskan untuk tidak memberikan tanggapan apapun terhadap deklarasi yang diserukan sekutu tersebut, Perdana Menteri Suzuki di depan radio militer Jepang menyatakan bahwa Deklarasi Postdam hanyalah bentuk lain dari Deklarasi Kairo jadi tidak perlu ditanggapi. Dengan sikap Jepang yang demikian, pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh Amerika sebagai pukulan terakhir untuk Jepang. Akibatnya, Jepang menyerah tanpa syarat dan menerima isi dari deklarasi postdam pada tanggal 2 September 1945 di kapal Missouri yang berlayar di teluk Tokyo.
Sesuai dengan isi dari Deklarasi Postdam, Jepang berada di bawah kekuasaan sekutu dan tokoh-tokoh yang dianggap sebagai penjahat perang diajukan ke pengadilan perang dan sebagian besar dijatuhi hukuman mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar