Selasa, 12 Agustus 2008

Kemerdekaan? “sebuah makna”

Di tengah gerlap-gempita pesta kemerdekaan RI apakah pernah terbersit pemikiran apakah benar kita sudah merdeka??
Kemerdekaan teritorial dan kedaulatan memang RI punya tapi, milik siapa sebenarnya kedaulatan tersebut?
Apakah milik rakyat seperti yg sudah diamanatkan UUD’45?
Atau milik segelintir penguasa yang bertopeng di balik setelan jas dan mobil mewah?
Atau lebih jauh lagi milik penguasa dunia yang mungkin siapa dia, apa tujuannya, dan bagaimana tindakannya kita tidak diijinkan untuk mengetahuinnya?
Ironi memang!!
Kemerdekaan yang sudah diperjuangkan dengan darah dan air mata oleh para pahlawan atau ”nonpahlawan”(artinya orang yang tidak dianggap pahlawan tapi sebenarnya ikut dalam perjuangan kemerdekaan) hanya dimaknai dengan pesta-pesta mewah, kembang api, lomba makan kerupuk, lomba balap karung, atau lomba-lomba yang lain tanpa menggali lagi lebih dalam lagi makna dari sebuah kemerdekaan yang sebenarnya.
Tidak hanya merdeka secara teritori tp, juga hrus merdeka secara pemikiran, merdeka secara mental, merdeka secara ekonomi, dan merdeka secara kemanusiaan.
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk memperingati kemerdekaan?
Merenung! Berfikir! Belajar! Dan Bertindak!
Berfikir bagaimana bangsa ini lepas dari penjajahan!
Bukan penjajahan oleh negara kolonial seperti dulu tapi, penjajahan oleh kebodohan, kemiskinan, dan koruptor yang cepat atau lambat akan menghancurkan bangsa ini lebih parah dari sebelum 17Agustus 1945.
So, keep thinking hard, study hard, and work hard!!
Bismillah….

Tidak ada komentar: